
Kita sering tak menyadari ketika sebuah perasaan berubah, ketika muncul, ketika berkembang, ketika menguat, ketika menjadi memudar, atau ketika menghilang. Namun sebelum semua itu hilang, atau sebelum aku kehilangan ragamu, setidaknya aku telah berusaha semampuku untuk memberikan yang terbaik atas rasa sayang yang aku kenalkan dan tawarkan kepadamu. Setidaknya suatu hari nanti ketika kau sendirian ditemani bintang dan angin malam, atau ditemani ombak dan matahari yang tengah terbenam, kau akan teringat padaku, teringat pada rasa sayang yang aku kenalkan dengan gayaku. Dan kau akan tersenyum.
”Dia adalah sebuah tembok yang besar, dan aku adalah sebuah lumpur. Meskipun lumpur ini tak bisa membasahi keseluruhan tembok tersebut, namun setidaknya akan membekas di sana selamanya”
-inspired by Andrea Hirata-
No comments:
Post a Comment